sepanjang perjalanan pulang hatiku benar benar kosong, bahkan hampir saja aku menangis. setiba dirumah, seperti biasa rumah kosong, karena memang aku tinggal hanya berdua dengan adikku. dan dia juga sudah bersiap untuk bermalam tahun baru dengan kawan-kawannya.
jadilah aku merenung. perasaanku benar-benar kacau mengingat begitu banyak rencana yang aku buat dari awal tahun, semuanya stuck around. jika ada orang yang berbahagia dengan perubahan hidupnya walau beberapa derajat saja. aku harus nyengir dengan perubahan 360 derajat. itu artinya apa? itu artinya balik lagi ke start. miris..benar benar miris...aku merenung mencoba mencari dimana alpanya? mengapa semuanya stuck? walau ada yg sedikit jalan tapi itu maju mundur kampret. awalnya sudah mulai melesat namun di pertengahan loyo, lembik dan surut ke pancang awal.
tak tahan dengan gelisah, kacau dan berantakan, aku mencoba untuk keluar paling tidak melihat orang hilir mudik ngabiskan bbm dan bikin polusi udara. karena jika aku masih berdiam dirumah menatap tembok aku takut aku bisa gila. dan sekarang (12/01/17) aku baru nyadar dan baru tahu apa itu stres.
perlahan aku mulai nge-matic sendiri, aku melihat banyak orang lalu lalang ditambah atraksi lampu colok yang ditanam di sekitar bendungan dibawah langit terang, semua tampak begitu indah-seakan -akan ada bintang diatas dan dibawah. peraanku mulai normal. dan pikiranku terasa kembali jernih.
ada banyak yang nyinyir dengan perayaan tahun baru. namun bagiku selama itu tidak melanggar agama dan adat itu sah-sah saja. toh Allah mencipkan bumi ini warna warni, keragaman mahluk, dengan kreativitas beda-beda. yang membuat alam dan atmosfirnya jadi indah. dan aku merasaknnya di malam itu. kembali pikiranku tenang, otakku kembali jernih. bagaimana keindahan alam menyihir dan memncuci kegalauan dari sebuah rencana yang berantakan.
aku ingat akan sebuah ayat dalam alquran yang diulang? maka nikmat tuhan kamu yang manakah yg kamu dustakan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar