Kamis, 02 Februari 2017

juklak marketing, februari bulan penuh cinta

kisah di permulaan februari,2017

 

seperti judul diatas, februari yg idektik dengan valentine, cinta, kasih sayang, warna pink, sehingga marketing memanfaatkan kata-kata cinta dalam program penjualan bulan ini


lalu apa hubungannya dengan aku? hm....sama sekali...entahlah...yang pasti, tanggal 1, baru masuk office, ditambah belum sarapan aku sudah kena barmn pang pang pang, dikarenakan ada 1 unit penjualan pos yang belum mohon faktur, padahal secara logika, yah mana aku tahu, orang pos juga juga sales dibagian depan ga ada ngasih tahu, sedangkan aku dari pagi sampe sore pontang panting nyiapkan laporan, moi, p2p, kuras faktur.

tapi...ya..begitulah....

dan masih dibilang pagi, tiba-tiba bigbos memanggil dan menyerahkan amplop yang biasanya aku terima tiap tanggal 2, tapi entah mengapa bulan ini dipercepat, yah aku terima saja tanpa ada perkiraan macam-macam. memang saat itu aku tidak mengucapkan terima kasih. karena hati yg masih jengkel, bahkan saat memanggil namaku pun nada itu tidak terdengar nyaman ditelingaku, beda ketika dia memanggil nama setelahku.  

masih di tanggal 1 februari 2017, malamnya setelah magrib aku buka amplop itu. seperti biasa, aku selalu mengatur keuanganku, agar tidak uring-uringan, terseok-seok di akhir bulan. mengeluarkan apa sudah menjadi tanggung jawabku. dan aku kaget, ternyata setelah membagi untuk ini dan itu yg sudah menjadi pengeluaran wajib. diamplop tersisa Rp.650.000, jelas aku tak bisa menabung, boro-boro untuk ngisi tabungan, untuk keperluan bulan berjalan saja rasanya "kelu".lalu aku coba cek ulang hitung semuanya, mengoncang-goncang amplop, mengintip dari bawah, dari atas, membuka lebar-lebar takut ada yg terselip atau tertinggal dan ternyata......memang tidak ada yang tertinggal atau terselip dan aku lemas, tepatnya perasaanku, karena 6 digit kurang dari bulan lalu. 

aku terdiam, otakku blank, marah, kesal, muak, kecewa dan sedih bergerombol yg entah diotak atau di hati ini. gimana ga nano-nano, secara bulan ini aku hitung banyak biaya yang harus aku keluarkan, pembatalan faktur, aku akui itu memang salahku,dan aku harus bertanggung jawab, tgl 11 adikku berangkat ke Jakarta, walaupun dia tidak minta duit, yah sebagai kakak tertua,tak mungkinlah aku nihil saja, aku sudah niat ingin memberinya sedikit paling tidak untuk beli makanan di jalan. ditambah lagi untuk bayar seragam dari MD yng katanya juga akan datang bulan ini. plus bayar kain seragam jumat yg sudah di inden di toko sebelah. hellehh....mampus aku.

lalu aku langsung telpon adikku, saat nelpon air mataku sudah meleleh bahkan saat menulis ini pun air mataku masih role down menimpa spasi. yah aku memang masih sedih...

aku ceritakan peristiwa hari itu. tentu saja dia juga kesal tapi aku tahu dia tak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, memberi semangat meminta bersabar, rajin ibadah, berurutan dengan kata-kata jengkel, marah kepada bos sakit itu, dan juga juga diselingi kata motivasi lainnya membuatku sedikit enteng. namun ketika teringat 6 digit itu, air mataku kembali membludak, menyepah di wajahku.

aku memang tak komplain walau hanya sekedar memastikan, gajiku sebenarnya berapa? apakah memang segini? apakah anda tidak salah hitung? tidak...aku tidak bisa karena aku memang tidak berani tepatnya tidak ingin membuat masalah. karena aku tahu persis seperti apa karakter itu. tidak ada komplain untuk benda yang sudah keluar dari showroom. yah seperti itulah doktrin di tempat ini. kawanku pernah menjual cincinnya untuk menombok pendaftaran di samsat, karena pemilik usaha ini tidak percaya bahwa uang yang diberinya itu kurang, hitungannya benar dan tidak sedikitpun salah. itu lah prinsip owner tua bangka itu.  


dan lagi....targetku bulan ini meleset jauh dari sasaran, berbalik menghujam menancap di ulu hati....

kisah ini berlanjut ke tgl 2 februari 2017...

pagi hari kami beres-beres karena kantor baru selesai renovasi, tetap dengan atmosfir sadis dari wajah dan kata-kata penguasa dealer ini. ya....aku selalu berusaha berada sejauh mungkin dari makhluk itu, begitulah caraku menyelamatkan diriku. karena aku tahu, aku orang yang frontal, ga suka basabasi apalagi mengutuk di belakang,karena aku ini manusia, aku punya hati, bagiku mengekspresikan emosi  itu ada aturan dan tahapannya....jadi meskipun dia bigbos, jika ada yng tidak masuk akal bagiku, itu pasti terlihat dari ekspresiku. karena aku benci kemunafikan.

aku sangat-sangat sadar jika bukan karena perpajakan, pastilah aku sudah lama bernasib seperti kawan-kawanku sebelumnya. yang dimatanya selalu salah, lalu disingkirkan sesuka hatinya. dan aku juga bertahan disini, karena aku tak punya pilihan lain, bebanku banyak, dan aku butuh pekerjaan.

hingga sorenya di tanggal 2 februari 2017 pulang kerjaku di lepas dengan bramnpangpangpang lagi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar